Saturday, July 30, 2011

East Asian Effect

Entah kenapa satu tahun terakhir ini Tuhan lebih mendekatkan pada Asia Timur. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang didominasi oleh Amerika Utara, tahun-tahun terakhir ini pengaruh Asia Timur saya rasakan begitu kuat dalam diri saya. Pengaruh itu merasuk ke dalam budaya pop yang saya minati, orientasi belajar meneruskan pendidikan, dan sebagainya.

Jepang
Awalnya perhatian saya pada Jepang dalam hal budaya dan pendidkan tidak seperti pada Amerika Utara dan Eropa. Bahkan hingga saya terpilih mewakili universitas saya dalam kunjungan budaya ke Nagoya University, belum ada perasaan apa-apa pada Jepang.Namun, semuanya berubah ketika saya memulai perjalanan saya ke sana. Kemajuan teknologi, keramahan masyarakat, dan pemandangan eksotis yang belum pernah saya lihat sebelumnya benar-benar bisa membuat Jepang mencuri hati saya.

Kunjungan ke Jepang terasa begitu spesial karena untuk kali pertama saya melihat negara maju di Asia, setelah beberapa kali melihat Amerika Utara dan lewat di Eropa. Perasaan spesial itu ditambah lagi dengan sambutan host family, para dosen dan teman-teman di sana yang luar biasa hangat. Perlu saya akui, saat itu rasa cinta saya pada Jepang yang baru saja muncul tumbuh begitu cepat dan begitu kuat.
Nihon, suki des.

Effect: muncul orientasi untuk melanjutkan studi di sana, lebih sering mendengarkan lagi-lagu Jepan (AKB 48's songs, Moonlight Densetsu, Yumemiru Ai Tenshi), mencoba memainkan klub Jepang di J-League dalam Championship Manager.


Korea
Saat budaya pop Korea membanjiri Indonesia, saat teman-teman saya menggilai sinetron dan band Korea, awalnya saya bersikap agak skeptis. Hingga akhirnya saya sempatkan melihat kumpulan film dan video clip band-band Korea di laptop adik saya. Entah kenapa saat itu tiba-tiba saja muncul perasaan tertarik pada budaya Korea, terlebih saat melihat video clip SNSD :D.

Puncaknya saat kunjungan budaya ke Nagoya, saya bertemu dengan teman-teman delegasi dari Seoul National University. Di saat itulah, saya mendapat kesempatan untuk lebih mengenal budaya Korea. Sejak saat itu, saya merasa ikatan saya dengan Korea semakin menguat. Hankuk, saranghae.

Effect: more crazy about Korean pop culture, lebih familiar dengan Korean girl bands (boyband? Hmmm...not so much. :D )


Taiwan
Taiwan influence bermula ketika saya mendaftar sebagai camp leader di work camp IIWC. Seolah seperti jodoh, saya ditempatkan dalam bilateral work camp dengan VYA Taiwan. Jadilah saya camp leader bersama teman saya Mamum dalam Borobudur bilateral work camp kerja sama IIWC Indonesia dengan VYA Taiwan.

Work camp bersama teman-teman Taiwan memberi pengalaman, pembelajaran, dan kenangan yang sangat berharga pada diri saya. Dua minggu kami habiskan bersama melakukan kegiatan-kegiatan kerelawanan dan pembelajaran budaya. Sebagai camp leader, saya benar-benar harus bertanggung jawab untuk memastikan semuanya berjalan lancar, sampai pada titik dimana saya merasa melakukan semuanya demi orang-orang yang saya kasihi. Saya sepenuhnya sadar bahwa saya bertemu dengan mereka pertama kali di bandara Adi Sucipto Jogja sebagai orang lain dan berpisah di tempat yang sama dua minggu kemudian sebagai keluarga. Taiwan, wo ai ini.

Effect: Tiada hari tanpa Chinese music (kok Chinese? Lha iya, wong bahasanya Taiwan kan China); Yue Liang Dai Biao De Xin, Ni Yao De Ai.

Saturday, February 26, 2011

My Active Cellphone Numbers

In light of complaints addressed to me regarding my numbers,
I feel it is necessary to make a public announcement.
On this occasion,I would like to state the following points.
1. My official number is 0856 **** *294. Please do not delete it from your phonebook.
2. My old number 0857 **** *679 has been inactivated since few months ago. Please delete this number if you still save it.
3. In addition to the official number, I also use 0856 **** *867. However, as it is not my official number, it is subject to inactivation.
4. Since February 27 is the most beautiful day in the month, feel free to text or call me to either 294 or 867. :D

Thank you. ;)

A Memoir of a 17-year-old Yoga

Today (26/02), when I was looking for an old email in my email inbox, I accidentally found an email that I wrote for an AFS newsletter. This email is an essay about my experience living in the United States in 2004/2005. I wrote this essay about 6 years ago. I found it interesting to imagine a 17-year-old Yoga wrote this essay. Well, 6 years ago, I was still young, yet seemed to be idealistic. Chekc this out. ;)


It has been a long time since I said good bye to my family in Soekarno-Hatta International Airport , Jakarta . It has been a long time since I had orientation in Washington DC and chance to visit awesome monuments and memorials there. It has been a long time since I flew together with Joel to Buffalo and it has been a long time since I spent my first night in Western New York in Mrs. Jayne Mack’s house.

The time is continuingly passing by. I feel now a complicated feeling that the time I have to go back to my country is coming, either fast or slowly. It feels like counting the time second by second, filled with excitement of seeing again my lovely country of Indonesia and sadness of leaving America that makes me so welcomed and comfortable to spend a year of my life.

I begin questioning whether I have done enough for my self, my country, and both AFS and YES program. Sometimes I feel that I have accomplished my duty as an exchange student, but sometimes there is a feeling that comes out, intimidates, and pushes me to do more.

I have been socializing with my community in order to personally broaden my knowledge about American culture and diplomatically form a better understanding among people of the two countries. I have done many presentations to ‘reach’ people who I could not ‘reach’ before.

Throughout the year I have received many interesting questions from question about East Timor and becoming a Muslim exchange student to such question as “Do you keep monkey in your house?” I have also met many different people, from those who like talking about serious topics to those who just said “That’s cool.”

Further I have read news, articles, and opinions about Indonesia , mainly when Tsunami hit and devastated Indonesian province of Aceh and many other areas around the Indian Ocean . I began understanding how international world see and view my country. Yet, my emphasizing to my country increases and becomes even stronger.

For me, it is important to emphasize our country even if we are just teenagers. In fact the teenagers will be the future leaders of their country. In another hand, it is our duty as the young generation to participate in building our country. This idea has been filling my mind with the spirit of nationalism. In the other side, it has been burdening my back and making me feel responsible to elevate Indonesia ’s reputation.

The last I would thank to America for the entire incredible experiences and knowledge that will last forever in the rest of my life. America has been a great country for me. Thus, I hope the relationship between the United States of America and the Republic of Indonesia will be so much better, closer and more developed. Thus, I have a dream. I have a dream that one day American kids will sing Indonesia Raya while Indonesian kids sing the Star Spangled Banner.


Some of my experience in the States:




The Magic of Cyber Nation

Build your country of dream and exercise your managerial skills on:

Thursday, January 13, 2011

Kerikil-Kerikil Tajam di Penulisan Skripsi Kami

Sebagai mahasiswa, pastilah ada semacam impian dari kita untuk bisa menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Hal ini tak terkecuali pula bagi mahasiswa jurusan Sastra Inggris terutama mereka yang mengambil Kajian Amerika. Namun hal ini mungkin akan mendapat sedikit kerikil tajam bagi yang mengambil jalur skripsi. Mengapa demikian? Kita sebagai mahasiswa Kajian Amerika secara mayoritas lebih banyak yang mengambil film sebagai objek materi. Hal ini dinilai karena film merupakan objek yang relatif lebih mudah dibanding dengan bilaharus observasi secara langsung. Akan tetapi di jalur inilah kerikil-kerikil tajam itu berserakan.

Pertama, Saat harus memilih film sebagai objek, kita sering “diharuskan” untuk memasukkan unsur eksponensial yang notabene belum pernah kita sentuh sebelumnya. Mungkin untuk beberapa aspek seperti elemen naratif, kita tahu meski hanya sejengkal. Namun saat menginjak wilayah sinematografi kita harus memutar otak, memeras keringat, dan membanting tulang. Selama lebih dari tiga tahun saya bersama jurusan Sastra Inggris, belum pernah saya (dan mungkin teman-teman yang lain juga) masuk teritorial ini. Hal ini semakin diperparah dengan ketidaksesuaian format yang diberikan dari satu dosen dengan dosen lain yang mengampu mata kuliah persiapan skripsi. Ada yang menyatakan bahwa naratif digabung dengan sinematografi tapi ada juga yang menyatakan harus dipisah.

Kedua, setelah tidak tahu menahu tentang standar penulisan, kita dihadapkan dengan kurang adanya standar penilaian dari dosen pembimbing dengan dosen penilai skripsi. Untuk bagian ini, jujur saya tidak mau banyak berargumen karena saya belum mengalaminya. Akan tetapi beberapa teman di jurusan saya mengatakan bahwa beberapa dosen penilai kurang setuju dengan format penulisan yang ada terutama bagian eksponensial.

Ketiga, sempat saya mengobrol dengan beberapa kawan dari kajian Amerika juga yang ternyata juga merasakan apa yang saya rasakan. Kami merasa setelah sekian tahun kami mengambil konsentrasi Kajian Amerika, rasa-rasanya kami sangat dangkal dalam hal metodologi penulisan skripsi dan teori-teorinya. Masih ingat dalan ingatan saya ketika di sebuah kelas seorang dosen bertanya di kelas, “Kalian dapat apa di Theory of Culture?” Sekelas diam semua. “Di Culture Criticism?” Sekali lagi, sekelas diam semua. Kami pun merasakan imbasnya sekarang. Kami harus mencari-cari sendiri cara-cara penulisan skripsi untuk Kajian Amerika dan teori-teori yang digunakan. Untuk itu, sangat bisa dipahami ketika di kelas Pre-Thesis ada segelintir teman yang dengan fasih membahas istilah-istilah seperti poskolonialisme dan false-coonciousness, karena yang segelintir itu kebetulan bacaannya banyak atau mengambil mata kuliah lintas peminatan, sementara sisanya berbekal apa yang mereka pelajari selama bertahun-tahun di Kajian Amerika.

Dari apa yang saya utarakan di atas mungkin elemen yang harus diperbaiki di jurusan kita bukanlah elemen ekstrinsik, naratif, atau sinematografi. Ya, mungkin kita harus bekerja ekstra untuk mereparasi bagian tersebut terutama eksponensial. Akan tetapi ada sebuah elemen lain yang benar-benar harus dikaji ulang; sebuah elemen yang tidak hanya menyentuh permasalahan skripsi saja; elemen yang sering kita lupakan tapi besar manfaatnya. Elemen itu adalah Standarisasi. Standarisasi pengajaran. Standarisasi pembimbingan. Dan standarisasi penilaian. Agar ketika kita berproses mengerjakan skripsi, ada sebuah pegangan yang disepakati bersama, sehingga kita tidak perlu khawatir pegangan yang kita anggap benar disalahkan oleh penguji skripsi.


*Ditulis oleh seorang teman yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Monday, January 10, 2011

Beasiswa Oxford Centre for Islamic Studies Scholarships (OCISS), University of Oxford, Inggris

The Oxford Centre for Islamic Studies is a Recognized Independent Centre of the University of Oxford. It was established in 1985 to encourage the scholarly study of Islam and the Islamic world. The Centre provides a meeting point for the Western and Islamic worlds of learning. At Oxford it contributes to the multi-disciplinary and cross-disciplinary study of the Islamic world. Beyond Oxford, its role is strengthened by an international network of academic contacts.

These scholarships have been established by the Oxford Centre for Islamic Studies to allow graduates to pursue study of benefit to the Muslim world.

Am I eligible?
Candidates should be applying to start a new graduate course at Oxford.

Please ensure you meet the requirements for entry to your course, including English language requirements.

Open to British Muslim students and students from the following developing countries in Asia and Africa: Afghanistan, Albania, Algeria, Azerbaijan, Bahrain, Bangladesh, Benin, Brunei, Burkina Faso, Cameroon, Chad, Comoros, Côte d’Ivoire, Egypt, Djibouti, Gabon, Gambia, Guinea, Guinea-Bissau, Guyana, Indonesia, India, Iran, Iraq, Jordan, Kazakhstan, Kuwait, Kyrgyzstan, Lebanon, Libya, Malaysia, Maldives, Mali, Mauritania, Morocco, Mozambique, Niger, Nigeria, Oman, Pakistan, Palestine, Qatar, Saudi Arabia, Senegal, Sierra Leone, Somalia, Sudan, Suriname, Syrian Arab Republic, Tajikistan, Togo, Tunisia, Turkey, Turkmenistan, Uganda, United Arab Emirates, Uzbekistan and Yemen Arab Republic.

You must be able to show how your intended course of study is of relevance to the Muslim world. UK students must also be Muslims.

What does it cover?
100% of university and college fees, and a grant for living costs (the rate in 2010-11 was £11,700).

Awards are made for the full duration of a student’s fee liability for the agreed course. If your scholarship is offered for a course lasting more than one year, the continuation of your scholarship each year is subject to an annual renewal process based on satisfactory academic progress. Scholars will be expected to write an annual report about their academic and social activities and achievements at the university.

How do I apply?
Apply at the same time as you apply to Oxford by selecting Oxford Centre for Islamic Studies Scholarships (OCISS) in the Funding Section of the University’s Graduate Application Form. Candidates should apply by Application Deadline 2 (7 January 2011 for Medical Sciences and Philosophy; 14 January 2011 for Said Business School applicants; 21 January 2011 for all other subjects).

You must also complete a Scholarship Supporting Statement and upload it together with your Graduate Application Form by the application deadline in order for your application to be complete.

If you do not apply in full by the deadline, you will not be considered for the scholarship, even if you have selected Oxford Centre for Islamic Studeis Scholarships (OCISS) on the Graduate Application Form.

How will I know if I have been successful?
Successful candidates will be notified by email by summer 2011 . This webpage will be updated to show when all decisions have been made. If you have not heard from us by the time this notice is posted, then your application to this scheme has been unsuccessful. Due to the volume of applications we receive, we are unable to contact unsuccessful applicants individually or provide feedback on applications.

Visit http://www.ox.ac.uk/feesandfunding/prospectivegrad/scholarships/university/ocis/

Beasiswa International Training Programme (ITP) ke Swedia

SIDA (Swedish International Development Agency) kembali menawarkan beasiswa bagi mahasiswa dan profesional muda di negara-negara berkembang seperti Indonesia untuk meraih beasiswa melalui program International Training Programmes (ITP) di Swedia atau di beberapa negara berkembang yang telah ditunjuk. Salah satu bidang yang ditawarkan untuk beasiswa pelatihan ini adalah Education for Sustainable Development in Formal Education.

Tujuan utama dari penawaran beasiswa pelatihan ini adalah memberikan kesempatan untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan ESD (Education for Sustainable Development/Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan) di sektor pendidikan formal. Program tersebut dipersiapkan untuk mengolaborasikan beragam pandangan dan pemahaman yang berbeda serta beragam mengenai ESD, baik dari sisi ekologi, sosio kultural, serta ekonomi.

Adapun program ITP akan dilaksanakan selama 9–12 bulan. Untuk program yang mengambil tempat di Swedia akan dilaksanakan mulai 12-30 September bulan di Stockholm dan Uppsala.

Bagi yang berminat, informasi bisa dilihat di https://itp.sida.se/itp/Programcatalog. Untuk format aplikasi beasiswa bisa diambil di https://itp.sida.se.

Pendaftaran beasiswa program ini akan ditutup 7 Februari 2011.

Thursday, January 6, 2011

"Ciptakanlah Perubahan, Meski Hanya Perubahan Cara Pandang."

Kemarin sore (5/6/2011), saat sedang asyik mengobrol dengan dua orang teman saya, Desita Anggraeni dan Prio Hananto, seorang pengajar di kampus saya datang menghampiri kami. Awalnya Pak Sarjo (bukan nama sebenarnya) hanya menyapa kami, namun sapaan singkatnya berlanjut menjadi sebuah pembicaraan hangat yang cukup menginspirasi kami.


Kami membuka pembicaraan dengan basa-basi seputar kepindahan kampus Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNDIP ke atas (Tembalang). Sedikit bercanda, saya, Desi, dan Prio mengatakan bahwa kami enggan pindah ke atas karena merasa lebih nyaman di bawah (Pleburan), selain karena letak kampus FIB Tembalang yang 'terpencil' dan adanya beberapa fasilitas yang tampaknya belum siap dipakai. Menanggapi hal ini, Pak Sarjo menjawab bahwa mau tidak mau, siap tidak siap kita harus pindah ke atas. Akhirnya terjadilah percakapan berikut:


Pak Sarjo: "Lha peraturan dari atas, dari rektorat kayak gitu. Mau gimana?"
Saya : "Kita ga bisa protes Pak?"
Pak Sarjo: "Sistemnya seperti itu. Tidak bisa diganggu gugat."
Saya : "Tapi kalo sistemnya tidak tepat dengan kondisi kita, bukankah seharusnya sistem itu diubah?"
Pak Sarjo: "Ya kalo itu, kalian ngomongnya ke Pak Agus (dekan baru FIB). Beliau orangnya terbuka dan mau mendengarkan pendapat orang lain"


Pak Sarjo lantas bercerita tentang pandangan-pandangannya tentang sistem birokrasi di kampus. Ternyata beliau sebenarnya memiliki banyak ketidaksetujuan dengan sistem yang ada, misal antara sistem senioritas dengan meritokrasi, namun kapasitasnya yang 'hanya' sebagai seorang pengajar, membuat suaranya kurang begitu didengar. Lantas bagaimana cara untuk merubahnya? Pak Sarjo menyarankan agar kami sering-sering berdialog dengan para petinggi kampus, mengomunikasikan aspirasi kami agar tidak hanya menjadi grundelan-grundelan di belakang. Bukankah menggrundel saja tidak akan menyelesaikan permasalahan?


Pak Sarjo juga bercerita bahwa dulu senior-senior kami di BEM banyak melakukan aksi-aksi untuk ditujukan untuk perubahan sistem ke arah yang lebih baik, bahkan dapat meminta transparansi dana dari TU. BEM sekarang? Ah, tidak usah membanding-bandingkan BEM yang dulu dan sekarang. Saya yakin masing-masing BEM memiliki plus minusnya. Saya juga yakin ada banyak hal yang dilakukan BEM sekarang yang tidak dilakukan BEM senior kami dulu, begitu juga sebaliknya.


Memang, ada banyak hal yang masih harus kita lakukan di kampus kita. Tentunya untuk menciptakan perubahan dan perbaikan, pertama-tama kita tidak boleh apatis. Tidak ada gunanya kita mengeluh tentang kamar mandi, tentang lab, tentang perpustakaan, tentang KRS online, jika kita tidak melakukan tindakan nyata untuk merubahnya, jika bersikap apatis pada lembaga kemahasiswaan yang sebenarnya bisa dijadikan wadah untuk menyalurkan aspirasi. Saya jadi teringat kata-kata Soe Hok Gie, "Apatisme lahir karena dua hal, kau terlalu bodoh untuk berpikir atau terlalu egois untuk perduli." Memang mengeluh saja tidak cukup, harus ada tindakan! Dan dalam melakukan tindakan untuk menciptakan perubahan, kita perlu proses, proses perlu waktu, dan waktu perlu kesabaran dan keteguhan hati.


Di akhir motivasinya, Pak Sarjo berucap,"Ciptakanlah perubahan, meski hanya perubahan cara pandang." Ya, mari kita ciptakan perubahan, meski hanya perubahan cara pandang.

Informasi Beasiswa Fulbright Programs For 2011-2012 Study Year bagi Staf Pengajar/Dosen, Karyawan dan Mahasiswa

American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) membuka kesempatan bagi Warga Negara Indonesia (staf pengajar/dosen, karyawan administrasi yang menduduki jabatan struktural dan mahasiswa yang duduk di semester ≤ 5 pada PTN/PTS di Indonesia) yang akan studi di Amerika Serikat melalui program-program beasiswa sebagai berikut:

1. Fulbright-DIKTI Master’s/Ph.D Degree Program
2. Fulbright-DIKTI Doctoral Dissertation/Senior Research Program
3. Fulbright Doctoral Dissertation/Senior Research Program
4. Hubert H. Humphrey Fellowship Program For Mid-Career Professionals (diperuntukkan bagi karyawan administrasi yang menduduki jabatan struktural, untuk mengambil studi non-degree program selama 9 bulan)
5. Global Undergraduate Exchange Program (The Global UGRAD Program) : diperuntukkan bagi mahasiswa pada semester ≤ 5 untuk mengambil studi non-degree program, deadline 1 November 2011.

Deadline pengiriman aplikasi masing-masing program beasiswa tersebut tanggal; 15 April 2011 kecuali untuk Senior Research Program baik program beasiswa Fulbright maupun Fulbright-DIKTI tanggal 31 Agustus 2011.

Informasi lebih rinci dapat diakses melalui alamat websites/laman: www.educationusa.or.id atau www.educationusa.or.id, atau melalui alamat email: infoeas@aminef.or.id.

Pertukaran Pelajar Program URSEP dan STRP dari Ryukyus University, Jepang

Rukkyus University Jepang menawarkan Program URSEP (University Ryukyus Students Exchange Program) yang ditujukan untuk mahasiswa S1 dari universitas di luar Jepang yang memiliki MoU dengan Ryukyu University. Selaian itu Ryukyus juga menawarkan STRP (Short-Term Regular Program) yang dapat diikuti mahasiswa S2. Semua biaya dari kedua program diatas ditanggung sepenuhnya oleh Ryukyus University.

Mahasiswa Universitas Diponegoro baik tingkat S1 maupun S2 dapat memanfaatkan kesempatan ini karena Undip telah menandatangani MoU dengan Rukkyus University. Bagi mahasiswa berbakat, akan dapat meneruskan kejenjang pendidikan berikutnya hingga sampai S3.

Bagi mahasiswa yang berminat dan merasa toefl anda sudah cukup bangus silakan membicarakannya dengan ketua program studi dan secara official proses selanjutnya harus melalui Universitas.

Kunjungi website:

University Ryukyus Students Exchange Program:
http://www.r-center.u-ryukyu.ac.jp/article/1/2/8/en

Short-Term Regular Program:
http://www.r-center.u-ryukyu.ac.jp/article/1/2/9/en

2012 – 2013 Global Undergraduate Exchange Program Global UGRAD

Program Description:

The Office of Academic Exchange Programs in the Bureau of Educational and Cultural Affairs of the U. S. Department of State, is pleased to announce a new exchange program for undergraduate students-the 2012 Global Undergraduate Exchange Program (Global UGRAD)

The Global UGRAD Program provides scholarships for one semester or one academic year of U.S. Study in a NON-DEGREE Program. The goals of the program are to provide a diverse group of emerging student leaders, from non-elite and underrepresented groups in Indonesia and East Asia.

All global UGRAD Program participants will be enrolled full-time in undergraduate course work chosen from the institution’s (US) existing curriculum to allow students ample opportunity for ongoing interaction with U.S. Faculty and student peers, and for exposure to U.S. academic and classroom culture.

To ensure that students succeed in their new academic environments, host institutions will offer tailored instruction on topics including academic research and writing, critical thinking, time management, note taking, and studying for and taking tests. Participants will live on campus with American peers.

Students will also be provided with opportunities to participate in up to ten hours of community service per semester. Additionally, an internship component will be offered to all academic-year participants during the academic component of the program. Internships will be related to each participant’s field of study and/or career plans.

Participants may be eligible for up to 4 weeks of intensive English Language instruction in the United States prior to the start of academic portion of their program.

Eligibility:

1. Scholarships will be granted to students who currently are enrolled in S-1 degree programs only, and have completed their first semester and up to their firth semester of undergraduate study at an Indonesian university.
2. Applicants should demonstrate leadership potential through academic work, community involvement, and extracurricular activities.
3. Applicants must have minimum ITP/IBT TOEFL score of 500-score or IELTS 5.0 less than two years old. In some cases a personal interview by a fluent qualified Native English Speaker who can confirm that the nominee would be able to achieve that score when tested is acceptable. Candidates must also meet all the requirements of the institution where admission is being sought.
4. Preference will be given to those who have had little or NO experience in the U.S. or outside of their home countries.
5. Applications can be for either for one semester or two semesters based on nominee’s availability. No applications should be submitted for both one semester and full year programs.
6. Applicants are required to return to Indonesia after the completion of the one or two semester program.

Submission of Applications

An original application and two copies should be submitted to the address below by: November 1, 2011

American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF)
Gedung Balai Pustaka Lt. 6
Jl. Gunung Sahari Raya No. 4, Jakarta 10720
Tel. 021- 3452016

For additional information, contactinfofulbright_ind@aminef.or.id.

We do not accept email applications. Hard copies must be sent or delivered to American Indonesian Exchange Foundation.


Source : http://www.aminef.or.id

International Summer School Contest (a Summer School Scholarship at Concordia University in Montréal, Canada)

It’s your summer – make it unreal in Montréal, Canada!

Enter our contest and you could win a fully paid scholarship to attend summer school at Concordia University.

Create your dream summer in Montréal by choosing the courses you’re interested in taking and choosing the events and attractions you’d like to experience while spending your summer in Montréal.

Once you’ve entered the contest, we’ll email you a link to your profile page. Share your profile with your friends and get them to vote for you by ‘liking’ your profile. For each vote your profile receives, you’ll have another ballot entered in the draw for the scholarship prize.

Each contestant with at least one vote will be eligible to win the contest. Each additional vote received will give you another chance to win.

The contest winner will receive a fully paid summer school scholarship including: course tuition, books and course materials, residence at Concordia University and return airfare to and from Montréal. The prize is valued at approximately $8,000 CDN.

Register your self http://joiedemontreal.ca/register

Fulbright Master’s Degree Program

Preference will be given to applicants who serve as faculty members of state and private institutions of higher education in Indonesia. However, others who are not lecturers may apply.

Applicants will possess:

* a Bachelor (S1) degree with a minimum GPA of 3.0 (4.00 scale)
* leadership qualities
* a good understanding of Indonesian and international cultures
* demonstrated commitment to the chosen field of study
* a willingness to return to Indonesia upon completion of the Fulbright program
* a minimum institutional TOEFL score of 550 or IELTS score of 6.0

DISCIPLINES
All disciplines and fields of study are eligible for a Fulbright award. The fields of study covered by the Fulbright scholarship program in the past were limited to the Social Sciences and Humanities. Since 2004, however, the policy has been changed to include also other disciplines with the exception of fields related to patient care or medical training nor to continue their study at medical school.

HOW TO APPLY

Candidates should complete the appropriate application forms. Forms are available either by mail or in person at the AMINEF Office, Gedung Balai Pustaka, 6th floor, Jl. Gunung Sahari Raya 4, Jakarta 10720.

Please return to AMINEF your complete application package by the application deadline that includes:

* Completed application form. This includes a clearly written and concise study objective.
* Copy of your most recent, less than two years old, institutional TOEFL or IELTS score report.
* One letter of reference, either from your current employer or previous lecturer.
* Copy of academic transcript (English translation).
* Copy of identity document (KTP or passport).

CONTACT INFORMATION

Specific questions regarding the application process may be addressed via e-mail to the following address:infofulbright_ind@aminef.or.id. We do not accept email applications. Hard copies must be sent or delivered to American Indonesian Exchange Foundation.

DEADLINE


The deadline for the submission of application materials for all programs is April 15, 2011.

Note: Program requirements are subject to change without notice.

The form can be downloaded here

Source : http://www.aminef.or.id/fulbright.php?site=fulbright&m=ip-pro-ma-fulbrightma

Beasiswa Pemerintah Jepang (MONBUKAGAKUSHO) TAHUN 2011 Untuk Program Program Japanese Studies

Program Japanese Studies adalah salah satu program beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho) yang dirancang khusus bagi para mahasiswa/i yang sedang kuliah di jurusan Jepang untuk meningkatkan kemampuan bahasa Jepang dan memperdalam pengertian kebudayaan Jepang. Program ini adalah program non-gelar dan lamanya adalah 1 tahun dari Oktober 2011.

PERSYARATAN

1. Mahasiswa yang masih aktif kuliah di salah satu perguruan tinggi yang mempelajari Bahasa, Budaya, dan Sastra Jepang..
2. Usia di bawah 30 tahun pada tanggal 1 April 2011.
3. Mahasiswa dari tingkat tiga ke atas pada waktu melamar (ada pengecualian bagi mereka yang mempunyai kemampuan dan direkomendasikan oleh perguruan tinggi dan yang sudah belajar lebih dari satu tahun di perguruan tinggi pada tanggal 1 April 2011 boleh ikut walaupun belum mencapai tingkat tiga).
4. Sehat jasmani dan rohani.

FASILITAS YANG DIDAPAT

1. Tanpa ikatan dinas.
2. Tiket kelas ekonomi p.p. Indonesia (Jakarta) – Jepang.
3. Bebas biaya ujian masuk, biaya kuliah, dan uang pendaftaran.
4. Tunjangan bulanan sebesar ¥ 134.000 per bulan (ada kemungkinan mengalami perubahan).
5. Peserta disediakan asrama yang pembayarannya diatur sendiri oleh penerima beasiswa.

CARA PELAMARAN

1. Pendaftaran dibuka pada 22 November 2011 dan ditutup pada 29 Januari 2011.
2. Pelamaran dilakukan secara kolektif dengan rekomendasi dari perguruan tinggi yang bersangkutan, bukan perorangan langsung ke Kedutaan Besar Jepang.
3. Formulir yang telah diisi dikembalikan ke Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang dengan dilampiri dokumen yang diperlukan.

DOKUMEN YANG DIPERLUKAN
(dokumen yang tidak lengkap tidak akan kami terima)

1. Formulir. Tulis alamat lengkap (bukan tempat kos) serta nomor telepon yang mudah dihubungi pada formulir.
2. Pasfoto (harus ditempel pada formulir).
3. Surat Keterangan dari perguruan tinggi yang menerangkan bahwa yang bersangkutan adalah mahasiswa dari perguruan tinggi tersebut. Harus dilengkapi dengan keterangan tempat dan tanggal lahir.
4. Surat Rekomendasi dari Ketua Jurusan atau Pembimbing mengenai pribadi mahasiswa yang bersangkutan.
5. Nilai mulai semester satu sampai saat ini.

* Semua dokumen ditulis dalam bahasa Inggris atau Jepang. dalam kertas ukuran A4

TAHAP PENYELEKSIAN


1. Ujian tulis bahasa Jepang pada tanggal 14 Febuari 2011
2. Bagi yang lulus ujian tertulis akan dipanggil untuk mengikuti wawancara di Jakarta.
3. Bagi yang lulus wawancara akan direkomendasikan ke Monbukagakusho.
4. Mereka yang lolos seleksi di Monbukagakusho akan menjadi penerima beasiswa.

CATATAN

Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang
Jl. M. H. Thamrin 24 Jakarta 10350
Tel. 021 – 3192 4308 ext. 175 atau 176

Pendaftaran untuk keberangkatan tahun 2011 akan dibuka pada 22 November 2010 dan ditutup pada 29 Januari 2011

Sumber : http://www.id.emb-japan.go.jp/sch_js.html

Beasiswa Indonesia English Language Study Program (IELSP) 2011

Indonesia English Language Study Program adalah program beasiswa yang menawarkan kesempatan untuk mengikuti kursus Bahasa Inggris di universitas-universitas di Amerika Serikat selama 8 (delapan) minggu. Program ini merupakan beasiswa penuh, dan peserta tidak dipungut biaya apapun. Penerima beasiswa akan ditanggung seluruh biaya kecuali biaya pembuatan paspor.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris peserta, khususnya dalam English for Academic Purposes. Selain itu, peserta akan memiliki kesempatan untuk mempelajari secara langsung kebudayaan dan masyarakat Amerika Serikat karena peserta akan mengikuti program immersion dalam kelas internasional dimana mereka akan bergabung dengan peserta lain dari berbagai bangsa dan negara. Dalam program ini, peserta tidak hanya akan belajar Bahasa Inggris, namun juga akan mengikuti berbagai program kultural yang akan memberikan pengalaman yang sangat berharga.

IELSP terbuka untuk mereka yang berumur 19 – 24 tahun dan masih aktif sebagai mahasiswa S1 minimal tahun ketiga (semester 5 keatas) di perguruan tinggi mana pun di Indonesia dari berbagai jurusan. Pendaftar juga harus memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang baik yang ditunjukkan dengan nilai TOEFL® baik International TOEFL® atau TOEFL® ITP minimal 450. Peserta terpilih juga harus bersedia untuk meninggalkan kuliah di tanah air selama 8 minggu karena akan mengikuti kursus intensif di Amerika Serikat selama waktu tersebut.

Persyaratan

* berumur 19 – 24 tahun, dan
* aktif sebagai mahasiswa S1 minimal tahun ketiga (semester 5 keatas) di perguruan tinggi manapun diseluruh Indonesia (BELUM DINYATAKAN LULUS/MENEMPUH SIDANG KELULUSAN)
* memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang baik yang ditunjukkan dengan nilai TOEFL® baik International TOEFL® atau TOEFL® ITP minimal 450 (bukan Prediction Test)
* memiliki prestasi akademik yang baik
* aktif dalam berbagai kegiatan atau organisasi
* memiliki komitmen penuh untuk segera kembali ke tanah air segera setelah program ini selesai
* tidak memiliki pengalaman belajar di Amerika Serikat atau negara lain selain Indonesia
* memiliki sifat-sifat: aktif, mandiri, bertanggung jawab, percaya diri dan berpikiran luas.
* Menguasai computer

Cara Pendaftaran

Untuk mendaftar, dapat mengambil formulir di kantor Indonesian International Education Foundation (IIEF), Menara Imperium Lt. 28 Suite B, Jl. HR Rasuna Said Kav 1, Jakarta 12980. Formulir juga dapat di-download dari website IIEF di www.iief.or.id. Formulir boleh di fotokopi.
Dokumen yang harus disertakan dalam formulir pendaftaran
Pendaftar harus melampirkan dokumen-dokumen berikut dalam formulir pendaftaran yang telah dilengkapi:

* 1 (satu) buah pasfoto berwarna ukuran 4×6
* 1 (satu) buah fotokopi Kartu Identitas (KTP)
* 1 (satu) buah surat keterangan resmi dari universitas bahwa yang bersangkutan masih aktif terdaftar di universitas tersebut
* transkrip nilai dari semester 1
* 1 (satu) buah fotokopi Ijazah SMA (tidak perlu diterjemahkan)
* 1 (satu) buah fotokopi Daftar Nilai Ujian SMA (tidak perlu diterjemahkan)
* 1 (satu) buah Surat Referensi dari dosen di universitas – menggunakan form khusus yang terlampir dalam Formulir Pendaftaran. Form Referensi yang telah dilengkapi harap dimasukkan kedalam amplop tertutup dan disertakan bersama Formulir Pendaftaran yang telah dilengkapi. Surat Referensi dari Dosen
* Matakuliah Bahasa Inggris lebih baik.
* 1 (satu) buah fotokopi nilai TOEFL® (International TOEFL® atau TOEFL®ITP)

Institutional TOEFL® adalah paper-based TOEFL® yang berskala institusional atau nasional yang biasanya banyak dipergunakan untuk melamar pekerjaan atau melamar beasiswa di dalam negeri. Materi yang di test terdiri dari: Listening, Structure dan Reading.

Tes TOEFL® ITP harus dilakukan sebelum tanggal dateline tetapi hasil TOEFL® ITP dapat disertakan setelah tanggal dateline. Kemudian pada aplikasi di halaman 4, diisi dengan pilihan bahwa masih menunggu hasil TOEFL® ITP (I am currently still waiting for my TOEFL® score) dan dicantumkan tanggal, bulan dan tahun ujian serta test center tempat ujian TOEFL® ITP.

Untuk informasi mengenai tempat ujian TOEFL® ITP dapat menghubungi Indonesian International Education Foundation (IIEF) di no telepon (021)-8317330 atau email:testing@iief.or.id

Fotocopy nilai transkrip wajib dilegalisir tetapi tidak harus diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Surat aktif kuliah tidak harus diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris tetapi disertai cap dan tanda tangan dari pihak universitas.

Pengisian formulir aplikasi sebaiknya diketik tetapi diperbolehkan diisi dengan tulisan tangan. Formulir yang telah dilengkapi dan disertai oleh dokumen persyaratan dialamatkan ke:
IELSP
Indonesian International Education Foundation (IIEF)
Menara Imperium Lt. 28 Suite B
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Kuningan
Jakarta 12980
(harap menuliskan IELSP di sudut kiri atas amplop)

Untuk Gelombang IX, formulir yang telah dilengkapi dan disertai oleh dokumen persyaratan harus diterima oleh IIEF paling lambat tanggal 10 Januari 2011.

Seseorang tidak perlu sudah memiliki paspor dan visa Amerika Serikat untuk bisa mendaftar. Jika terpilih, peserta akan diberikan waktu untuk mengurus paspor. Visa Amerika Serikat akan diurus oleh IIEF sebelum keberangkatan. Perhatian: Penerima beasiswa dijadualkan untuk berangkat ke Amerika Serikat pada bulan Juni dan Oktober 2011 (catatan: keputusan hasil seleksi tidak dapat diganggu gugat).

Untuk informasi dapat menghubungi:
Indonesian International Education Foundation (IIEF)
Menara Imperium Lt. 28 Suite B
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Kuningan Jakarta 12980
Telp: 021 – 831 7330,Fax: 021 – 831 7331 (pada jam kerja)

Source: www.iief.or.id

Beasiswa Pemerintah Jepang (MONBUKAGAKUSHO) TAHUN 2011 Untuk Program Program Teacher Training (Penataran Guru)

Program Penataran Guru (Teacher Training Program) adalah salah satu program beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho) yang dirancang khusus bagi para guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran sesuai dengan bidangnya. Mereka akan diberikan pelatihan dalam cara mengajar, pembuatan rencana belajar-mengajar yang lebih efektif dan menarik minat siswa dan hal-hal lain yang dapat mengingkatkan kualitas dan kemampuan para guru. Program ini adalah program non-gelar dan lamanya adalah 1 tahun 6 bulan (termasuk 6 bulan belajar bahasa Jepang) dari Oktober 2011.

PERSYARATAN

1. Lulusan S-1 atau D-4 dan guru yang mengajar secara aktif di SD, SLTP, SLTA (termasuk sekolah swasta dan SMK).
2. Pelamar telah mengajar lebih dari 5 tahun di lembaga pendidikan formal pada tanggal 1 April 2011. Semua bidang ditawarkan kecuali, bahasa Indonesia, bahasa daerah, bahasa Arab, pendidikan agama,PPKN dan bidang-bidang kejuruan.
3. Usia di bawah 35 tahun pada tanggal 1 April 2011.
4. Sehat jasmani dan rohani. (bagi pelamar wanita tidak diperbolehkan dalam kondisi hamil)
5. Bersedia belajar bahasa Jepang karena bahasa pengantar di universitas adalah bahasa Jepang.

FASILITAS YANG DIDAPAT

1. Tanpa ikatan dinas.
2. Tiket kelas ekonomi p.p. Indonesia (Jakarta) – Jepang.
3. Bebas biaya ujian masuk, biaya kuliah, dan uang pendaftaran.
4. Tunjangan bulanan sebesar ¥ 170.000 per bulan (ada kemungkinan mengalami perubahan).
5. Peserta disediakan asrama yang pembayarannya diatur sendiri oleh penerima beasiswa.

CARA PELAMARAN

1. Pendaftaran dibuka pada 22 November 2010 dan ditutup pada 29 Januari 2011.
2. Bagi pelamar, baik pegawai negeri maupun swasta dapat langsung menyerahkan/mengirimkan formulir yang telah diisi ke Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang dengan dilampiri dokumen yang diperlukan.
3. Bagi pelamar yang berstatus pegawai negeri tetap harus melapor dan menyerahkan fotokopi formulir kepada Biro Kerjasama Luar Negeri (BKLN) Kementerian Pendidikan Nasional.

DOKUMEN YANG DIPERLUKAN
(dokumen yang tidak lengkap tidak akan diterima)

1. Formulir.
2. Pasfoto (harus ditempel pada formulir).
3. Ijasah dan Transkrip nilai.
4. Surat Keterangan dari tempat mengajar yang menjelaskan bahwa pelamar adalah staf pengajar yang masih aktif mengajar dan disetujui mengikuti program beasiswa ini.
5. Surat Rekomendasi dari atasan mengenai pribadi pelamar.

* Semua dokumen ditulis dalam bahasa Inggris atau Jepang.

TAHAP PENYELEKSIAN


1. Ujian tertulis bahasa Inggris (khusus untuk guru bahasa Jepang: ujian bahasa Jepang) pada tanggal 14 Februari 2011.
2. Bagi yang lulus ujian tertulis akan dipanggil untuk mengikuti wawancara di Jakarta.
3. Bagi yang lulus wawancara akan direkomendasikan ke Monbukagakusho.
4. Mereka yang lolos seleksi di Monbukagakusho akan menjadi penerima beasiswa.

CATATAN

1. Formulir pendaftaran dapat diperoleh di :
1. Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang
Jl. M. H. Thamrin 24 Jakarta 10350
Tel. 021 – 3192 4308 ext. 175 atau 176

2. Konsulat Jenderal Jepang Surabaya
Jl. Sumatera No. 93, Surabaya
Tel. 031 – 503 0008

3. Konsulat Jenderal Jepang Medan
Wisma BII Lt. 5, Jl. P. Diponegoro No. 18, Medan
Tel. 061 – 457 5193

4. Konsulat Jenderal Jepang Denpasar
Jl. Raya Puputan 170 Renon
Telp. 0361 – 227 628, 223 193
2. Formulir pendaftaran juga dapat diperoleh dengan melakukan download dari situs (website) Kedutaan Besar Jepang (doc version atau pdf version).
3. Formulir pendaftaran yang telah diisi beserta dokumen pelengkap dikembalikan selambat-lambatnya tanggal 29 Januari 2011 ke alamat:

Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang
Jl. M. H. Thamrin 24 Jakarta 10350

Pendaftaran untuk keberangkatan tahun 2011 akan dibuka pada 22 November 2010 dan ditutup pada 29 Januari 2011

Sumber : http://www.id.emb-japan.go.jp/sch_tt.html

Indian Government Scholarships 2011

The Government of India offers, every year, 20 scholarship slots to meritorious students from Indonesia to pursue their higher studies in Indian universities and colleges. The scholarships are granted for studies at Undergraduate & Post-graduate levels and in research subjects under M.Phil. and Ph.D.

The scholarships are administered by the Indian Council of Cultural Relations (ICCR) under its General Cultural Scholarships Scheme (GCSS). Applications for scholarships under this scheme are invited in the month of November- December every year. These scholarships are also available for nationals of Timor Leste.

Applications need to be submitted to the Embassy of India in Jakarta only and not direct to ICCR or the concerned University.

Under the Scheme, Living Allowance, Contingent Grant, accommodation charges, Tuition Fee and other benefits, including medical and study tour to the students selected for scholarships are provided. However, the cost of air passage to India and back is not covered.

Further details of the scholarships, including the eligibility criteria and the terms & conditions of the scholarships, can be perused in the following documents:

Scholarship Information Brochure
Scholarship Application Booklet

Last date for acceptance of applications is 22 January 2011.

Source : http://www.indianembassyjakarta.com/edu_scholarship.html

Hubert H. Humphrey Fellowship Program for Mid-Career Professionals

Hubert H. Humphrey fellowships enable Indonesian mid-career professionals to participate in non-degree programs that combine academic course work at the graduate level with professional development activities in the U.S. for a period of one academic year (9 months). Candidates are typically administrators in leadership positions with a minimum of five years of work experience who represent either the public or non-profit private sectors, including Non-Governmental Organizations (NGO’s) who are committed to public service.

Applicants will possess:
* a Bachelor (S1) degree with a minimum GPA of 2.75 (4.00 scale)
* leadership qualities
* a good understanding of Indonesian and international cultures
* demonstrated commitment to the chosen field of study
* a willingness to return to Indonesia upon completion of the Fulbright program
* a minimum institutional TOEFL score of 525 or IELTS score of 5.5

PRIORITY DISCIPLINE
Agricultural Development/Agricultural Economics; Communications/Journalism; Economic Development; Finance and Banking; Human Resources Management; Public Policy Analysis and Public Administration; Technology Policy and Management; Urban & Regional Planning; and Public Health Policy and Management (including HIV/AIDS policy and prevention, drug abuse education, treatment, and prevention). Researchers, treatment providers, prevention specialists, and program planners at governmental or non-governmental organizations will also be considered).

HOW TO APPLY
Candidates should complete the appropriate application forms. Forms are available either by mail or in person at the AMINEF Office, Gedung Balai Pustaka, 6th floor, Jl. Gunung Sahari Raya 4, Jakarta 10720.

Please return to AMINEF your complete application package by the application deadline that includes:
* Completed application form. This includes a clearly written and concise study objective.
* Copy of your most recent, less than two years old, TOEFL or IELTS score report.
* One letter of reference, either from your current employer or previous lecturer.
* Copy of academic transcript (English translation).
* Copy of identity document (KTP or passport).

CONTACT INFORMATION
Specific questions regarding the application process may be addressed via e-mail to the following address:infofulbright_ind@aminef.or.id. We do not accept email applications. Hard copies must be sent or delivered to American Indonesian Exchange Foundation.

DEADLINE
The deadline for the submission of application materials for all programs is April 15, 2011.
Note: Program requirements are subject to change without notice.

Source : http://www.aminef.or.id/fulbright.php?site=fulbright&m=ip-pro-sp-huberthumphrey

Fulbright Foreign Language Teaching (Indonesian) Assistant (FLTA) Program

Applicants must be English language teachers or currently in training to become the English language teacher and must be able to demonstrate a commitment to language teaching upon return to Indonesia following the award.

The program is for one academic year (9 months) and requires the grantee to teach Indonesian/Javanese language and culture in the U.S. for 20 hours per week and to Enroll in at least two U.S. Studies and / or ESL methodology classes per semester.

Applicants who are no older than 29 years of age by October 1, 2011 and will possess:
* a Bachelor’s (S1) degree with a minimum GPA of 3.0 (scale 4.00)
* leadership qualities
* a good understanding of Indonesian and international cultures
* a demonstrated commitment to the chosen field of study
* a willingness to return to their home institution upon completion of the Fulbright program
* a minimum ITP/iBT TOEFL score of 550 or IELTS 6.0.

HOW TO APPLY

Candidates should complete the appropriate application forms. Forms are available either by mail or in person at the AMINEF Office, Gedung Balai Pustaka, 6th floor, Jl. Gunung Sahari Raya 4, Jakarta 10720.

Please return to AMINEF your complete application package by the application deadline that includes:

* Completed application form. This includes a Concise Clearly written and objective study.
* Copy of your most recent, less than two years old, TOEFL or IELTS score report.
* One letter of reference, either from your current employer or previous lecturer.
* Copy of academic transcript (English translation).
* Copy of identity document (KTP or passport).

CONTACT INFORMATION
Specific questions regarding the application process may be addressed via e-mail to the following address:infofulbright_ind@aminef.or.id. We do not accept email applications. Hard copies must be sent or delivered to American Indonesian Exchange Foundation.

DEADLINE

The deadline for the submission of application materials for all programs is 15 April 2011.

Note: Program requirements are subject to change without notice.

Source : http://www.aminef.or.id/fulbright.php?site=fulbright&m=ip-pro-sp-flta

International Leadership in Education Program (ILEP)

The International Leaders in Education Program (ILEP) is a program of the Bureau of Educational and Cultural Affairs of the U.S. Department of State, and is implemented by IREX (the International Research & Exchanges Board), a Washington, DC based non-profit organization.

ILEP will consist of a semester-long academic program at a U.S. university, including coursework and intensive training in teaching methodologies, lesson planning, teaching strategies for their home environment, teacher leadership, as well as the use of computers for internet, word processing and as tools for teaching.

The semester-long program, which will commence in January 2012 and conclude in May 2012, will also include an internship at a secondary school to engage participants actively with the American teachers and students.

The Fellowship provides:

* A pre-departure orientation held in Indonesia
* Round-trip airfare to and within the U.S.
* A Welcome Orientation in Washington, DC
* Academic program fees
* Housing (generally shared with other program fellows)
* Accident and sickness insurance
* A daily allowance for meals and incidentals during the university academic program
* A laptop computer
* book/professional development allowance
* A Closing Seminar in Washington, DC
* excess bagage/shipping allowance
* The opportunity to apply for collaborrative grants with U.S. colleagues

Eligible applicants must:

* Be secondary-level, full-time teachers in disciplines including: English as a Foreign Language, Social Studies, Civics, Mathematics or Sciences.
* 5 years or more of teaching experience
* Be citizen of Indonesia
* Be proficient in written and spoken English with a minimum institutional TOEFL score of 500 or higher or IELTS 5.0

HOW TO APPLY
Candidates should complete the appropriate application forms. Forms are available either by mail atinfofulbright_ind@aminef.or.id or in person at the AMINEF Office, Gedung Balai Pustaka, 6th floor, Jl. Gunung Sahari Raya 4, Jakarta 10720.

Applicant must submit the original application and four complete copies (for a total of five (5) copies). Each copy of the application should be submitted in the following order:

1. Application
2. Curriculum Vitae (see sample format in the download form)
3. Statement of Purpose
4. Completed recommendation form and letter as well as completed institution support form, and
5. A copy of your ID card (KTP or passport)

Note: Each complete application should look identical and be stapled. No other form of binding is permitted.

CONTACT INFORMATION

Specific questions regarding the application process may be addressed via e-mail to the following address:infofulbright_ind@aminef.or.id. We do not accept email applications. Hard copies must be sent or delivered to American Indonesian Exchange Foundation.

DEADLINE

The deadline to submit the complete application and the required documents 15 April 2011.

Note: Program requirements are subject to change without notice.


Source : http://www.aminef.or.id/fulbright.php?site=fulbright&m=ip-pro-sp-ilep